Para pemain yang pernah bermain di Seri A

go health do sport

Para pemain yang pernah bermain di Seria A berbagi kenangan mereka

Beberapa tanggapan pasti akan terdengar kenapa Pemain bintang Inggris tidak pernah pergi ke luar untuk menguji dirinya sendiri dan itu mengatakan bahwa Joe Hart akan menjadi kiper Inggris pertama yang akan berada di Serie A sejak liga dimuali pada tahun 1929/30. Telah diperkenalkan permainan ini kepada dunia bahwa sejarah mengatakan pengaruh Inggris terhadap perkembangan sepak bola Italia sangat besar. Dari James Richardson Spensley dan pretasi awal Willy Garbutt dengan Genoa nya, ini merupakan sebuat tradisi yang tidak bisa dilupakan.

Pemain Hebar Wales John Charles menjadi ikon sepakbola di Italia semenjak penampilan gemilangnya untuk Juvestus di akhir 1950 an,sementara itu Jimmy Greaves dan Cenis Law keduanya bersinar di Serie A selama awal 1960 an.

Masih banyak nama nama besar Inggris yang berprestasi di Italia pada tahun 1980, nama nama  seperti Ray Wilkins, Trevor Fancis, Graeme Souness dan lain lain memulai kemampuan mereka yang kemudian menjadi Liga terkuat di dunia.

Larangan klub Inggris di Eropa juga membuktikan bahwa Ian Rush, David Platt, dan Paul Gascoigne semua pindah ke Serie A. Dan baru baru ini, David Beckham dan Ashley Cole yang merupakan mantan rekan di tim nasional Inggris ini telah bermain untuk Milan dan Roma.

Jadi apa yang bisa Hart dapatkan dan pelajari dari pengalaman pada pendahulunya ? disini kita memilih beberapa saran untuk kiper Inggris ini menjelang kedatangannya ke Torino

Ray Wilkins, AC Milan. ”anda harus berjuang dengan keras untuk diri sendiri, saha pikir27 adalah usia yang baik untuk pergi karena saya mempunyai semua pengalaman di planet ini setelah bermain sekitar 50 kali untuk negara saya di waktu itu. Jadi saya tidak berjalan pada sesuatu yang baru bagi saya, itu merupakan sesuatu yang dapat saya ambil hikmahnya”.

Ian Rush, Juventus. “tanpa ragu saya akan merekomendasikan pengalaman saya untuk setiap pemain muda. Itu adalah hal yang terbaik yang pernah terjadi kepada saya. Orang orang mengatakan itu adalah tahun yang mengecewakan tapi sebenarnya tidak. Saya pencetak gol terbanyak di Juventus. Saya belajar banyak tentang sepak bola, saya belajar tentang budaya Italia. Itu adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan”.

Trevor Francis, Samdoria dan Atalanta. Setelah berada di sana di Italia dengan Juventus, Liam Brady dapat berbicara bahasa Italia yang sangat menolongnya. Liam pindah dua tahun setelah dua tahun dan saya mengambil alih perannya kemudian dengan Graeme Souness saling bantu Graeme memahami bahasa Italia. Itu sangat baik untuk mendapatkan seseorang Inggris yang dapat membantunya belajar bahasa asing”.

Gordon Cowans, Bari. “ketika kami mendarat di bandar ada sekita 5000 pendukung Bari ada disitu. Kita benar benar tidak bisa berjalan melalui bandara karena ada banyak fans yang meraik kami dan menciumi kami. Ini adalah kejutan besar hanya betapa berartinya bagi mereka bahwa kami akan datang untuk bergabung dengan klub”.

Lee Sharpe, Samdoria. “Aku benar benar menyukainya. Baik kota dan tempat pelatihannya yang fantastis. Saya berada di sebuah apartemen selama beberapa bulan tetapi sayangnya tidak banyak pemain berbicara bahasa Inggris. Jadi hambatannya adalah bahasa”.